Menu Close

Dua Dongeng Sebelum Tidur yang Islami

Membacakan dongeng sebelum tidur dapat memberikan manfaat bagi si buah hati. Menurut penelitian membacakan dongeng sebelum tidur pada anak selain dapat menjadikan anak tidur nyeyak juga .akan dapat meningkatkan daya imajinasi sang anak dan perkembangan otak anak.

Terlebih dongeng yang diceritakan adalah dongeng islami. Ketika kita menceritakan dongeng islami kepada sang buah hati, maka dia akan mendapatkan nilai-nilai agama islam dan menyerap kata-kata islami ke dalam memorinya. Berikut rekomendasi dongeng-dongeng islami yang bisa kita ceritakan kepada sang buah hati sebelum tidur.

  • Kisah Nabi Musa dan Qorun

Kisah Nabi Musa dan Qorun merupakan dongeng yang bagus dan direkomendasikan untuk diceritakan kepada sang buah hati, karena sarat dengan nilai nilai agama islam. Pada zaman dahulu ketika Nabi Musa memimpin Bani Israil, ada seorang pengikutnya yang sangat taat beribadah yang bernama Qorun. 

Setiap hari dia hanya beribadah dan tidak mementigkan kehidupan duniawi. Kehidupan keluarganya pun jauh dari kata layak tapi dia sangat disegani sebagai ulama. Istri Qorun yang bernama Ilza, sering mengeluh karena  menginginkan kehidupan yang lebih layak. Hingga pada suatu hari ada dua orang laki-laki utusan dari Raja Gholan memberinya hadiah berupa uang emas yang sangat banyak.

Qorun menolaknya dan berdalih bahwa dia tidak mengenali Raja Gholan, pun dia tidak pernah membantunya. Ternyata kedua utusan itu berhasil membujuk istrinya unuk menerima hadiah tersebut.

Kisah Qarun Yang Ditelan Bumi Beserta Hartanya Pada Zaman Nabi Musa AS
source gambar : kajianmuslim.net

Sebenarnya Qorun ingin marah kepada istrinya, tapi dia tidak tega melihat istrinya yang begitu senang. Akhirnya ia pun menerima hadiah tersebut. Kehidupan Qoru berubah setelah menerima hadiah tersebut. Kehidupan Qorun berlimpah harta tetapi mulai jarang melakukan ibadah. 

Apalagi istrinya juga melarang dia mengunjungi Nabi Musa dengan alas an mereka hidup susah selama menjadi pengikutnya. Dia pun tidak pernah beribadah dan tenggelam dalam urusan duniawi. Seorang kawan lamanya berkunjung dan mengingatkannya untuk  bersedekah atas hartanya.

Dengan terpaksa dia mendatangi Nabi Musa untuk bertanya seberapa banyak sedekah yang harus dia bayar. Namun ternyata jumlah yang harus dibayar begitu besar. Lalu timbullah prasangka terhadap Nabi Musa. Qorun kemudian menghasut saudagar lain untuk tidak membayar zakat. Dia juga tega untuk memfitnah Nabi Musa. Kemudian Nabi Musa berdoa kepada Tuhan dan mendatangkan azab untuk Qorun. Meski Qorun meminta ampun, tapi semuanya sudah terlambat. Dia beserta hartanya habis ditelan bumi.

  • Harta Pusaka Terpendam

Dahulu kala hiduplah seorang petani tua rajin yang memiliki banyak anak. Anak-anak petani itu begitu malas bahkan beribadah saja tidak mau, berbeda dengan ayahnya. Petani sedih karena dia sudah semakin tua dan tidak mungkin selamanya mendampingi mereka. Kemudian dia berfikir bagaimana caranya untuk mengubah sifat anak-anaknya tersebut.

Diberitahulah mereka bahwa di ladang terdapat harta terpendam. Jika mereka dapat menemukannya maka kehidupan mereka aka terjamin. Dengan menuruti perkataan sang ayah, mereka oun bekerja keras untuk menemukan harta yang dimaksud. Meskipun telah menggali semua tanah di lading itu, mereka tetap tidak menemukan harta terpendamnya.

Mereka pun kecewa dan hampir putus asa. Namun mereka tidak berhenti begitu saja. Salah satu dari mereka berpikiran untuk menanam tanaman gandum. Kemudian ditanamlah gandum tersebut. Beberapa waktu kemudian tanaman tersebut dapat dipanen dan hasilnya begitu melimpah. Setelahnya, mereka menanami ladangnya dengan gandum lagi.

Mereka bekerja lebih giat dan merawat tanaman tersebut lebih baik. Pada panen selanjutnya, hasil yang mereka terima menjadi lebih banyak daripada sebelumnya. Akhirnya anak-anak petani pun sadar akan apa yang telah dikatakan sang ayah. Harta terpendam yang dimaksud bukanlah berwujud benda, tetapi sesuatu yang harus diusahakan.

Itulah dua  dongeng sebelum tidur islami  yang recommended buat sang buah hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *